Tampilkan postingan dengan label Traveling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Traveling. Tampilkan semua postingan
0

puncak sukmojoyo

Posted by Unknown on 23.02 in

Hello guys bagaiamana rencana liburannya? Sudahkah direncanakan atau masih bingung mau kemana? Mimin ada satu tempat yang mirip dengan Kali Biru yang wajib dikunjungi oleh para traveller. Puncak Sukmojoyo yang terletak di sekitar daerah Borobudur ini memiliki pemandangan yang WOW banget gengs. Disana kita dapat menyaksikan pesona Borobudur dari atas puncak. Selain itu puncak ini juga menyuguhkan pemandangan sunset dan sunrise yang berlatar belakang hijaunya perbukitan menoreh serta bebatuan alam memberikan nilai plus tersendiri bagi puncak ini. Sunrise terbaik dapat kita dapatkan pada bulan Juni hingga Augustus.
Tak hanya itu, negeri awan juga bisa kita dapetin dari puncak ini guys. Kabut akan mulai turun pukul 06.00-06.30 WIB guys. Dan pas waktu itu saatnya selfie-selfie dan berlomba-lomba dapetin foto terbaik.
Di puncak ini juga terdapat salah satu Makam tokoh Islam, yang bernama
Kyai RM. Muhammad Soleh, keturunan ke-14 dari Prabu Browijoyo V. Menurut sejarah Prabu Browijoyo V merupakan salah satu raja Majapahit yang memeluk agama Islam (mualaf). Prabu Browijoyo V ini juga merupakan nenek moyang dari Sultan Agung Hanyokrokusumo, Raja Mataram Islam Yogyakarta. Makam Kyai RM. Makam ini digunakan untuk wisata ziarah beretapatan dengan Festival Sendang Suruh saat Sura.
Jadi di puncak ini kita tak hanya berwisata untuk sunrise dan foto-foto tapi juga berwisata religi.


0

Waduk Pacal

Posted by Unknown on 08.18 in

Secuwil keindahan yang terpapar disana. Sebuah genangan air yang memanjakan setiap insan yang memandangnya. Tak banyak pemuda pemudi yang menghabiskan waktunya hanya untuk menikmati setitik keindahan di kota yang panas ini. Secercik air itu telah menghiasi kota ini dan membuat sejuk para peminatnya. Ya, sebuah air yang terbentang luas dengan warna biru yang menghiasinya. Tak hanya itu beberapa perahu nelayan juga menghiasi tempat ini. Ikan-ikan disini sepertinya betah untuk hidup kawasan ini. Deretan perbukitan yang mengapit tempat ini seakan mencengkeram air-air itu dan mengumpulkannya disini. Namun, cengkeraman itu malah menambah keindahan yang ada di tempat ini. Hijaunya dedaunan yang hidup diatas perbukitan itu sepertinya terus bernyanyi dan melambaikan tangannya bersama semilir angin yang memeluk setiap rangkaian cabangnya. Udara segar beriringan membelai setiap insan yang ada. Tempat ini tak lagi muda dan merupakan peninggalan Belanda yang diresmikan pada tahun 1933. Sudah tua bukan, namun jangan menganggap tempat ini sudah lenyap dari peradaban. Faktanya tempat ini masih ada dan masih digunakan hingga sekarang. Pesona tempat ini memang memanjakan setiap mata yang menyaksikannya. Tempat wisata ini terletak di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro. Ciri khas bangunan Belada masih tampak di sini seperti, ornament batu dindingnya. Di tengahnya terdapat jembatan yang menghubungkannya dengan pulau kecil yang ada di selatan waduk. Tempat ini adalah sebuah waduk yang cukup besar yang menjadi tempat wisata. Di jembatan ini kita bisa memancing, hunting foto dan kegiatan lainnya. Kita bisa memanfaatkan pulau kecil yang ada disini untuk menantang adrenalin kita dengan cara menelusuri jejak alamnya. Di sini juga terdapat perahu-perahu kecil yang dapat kita tumpangi untuk bermain-main di tengah waduk. Untuk wisatawan yang suka dengan kegiatan memancing di sini adalah salah satu tempatnya, karena disini terdapat beberapa spesies ikan yang hidup. Perjalanan menuju tempat ini juga akan memanjakan mata. Warna hijau yang terbentang di sepanjang jalan pasti akan membuat kedamaian dalam hati. Namun, perjalanan kali ini mungkin akan meningkatkan adrenalin kita karena jalan yang berkelok-kelok dan curam yang akan menghiasai perjalan kita kali ini. Kita bisa menyaksikan begitu indahnya matahari terbenam dan terbit dari jembatan yang menghubungkan ke pulau kecil tadi yang disebut dengan jembatan Kedungjati. Dan waduk ini biasa disebut dengan Waduk pacal. Waduk kebanggaan masyarakat Bojonegoro.


Secuwil keindahan yang terpapar disana. Sebuah genangan air yang memanjakan setiap insan yang memandangnya. Tak banyak pemuda pemudi yang menghabiskan waktunya hanya untuk menikmati setitik keindahan di kota yang panas ini. Secercik air itu telah menghiasi kota ini dan membuat sejuk para peminatnya. Ya, sebuah air yang terbentang luas dengan warna biru yang menghiasinya. Tak hanya itu beberapa perahu nelayan juga menghiasi tempat ini. Ikan-ikan disini sepertinya betah untuk hidup kawasan ini. Deretan perbukitan yang mengapit tempat ini seakan mencengkeram air-air itu dan mengumpulkannya disini. Namun, cengkeraman itu malah menambah keindahan yang ada di tempat ini. Hijaunya dedaunan yang hidup diatas perbukitan itu sepertinya terus bernyanyi dan melambaikan tangannya bersama semilir angin yang memeluk setiap rangkaian cabangnya. Udara segar beriringan membelai setiap insan yang ada. Tempat ini tak lagi muda dan merupakan peninggalan Belanda yang diresmikan pada tahun 1933. Sudah tua bukan, namun jangan menganggap tempat ini sudah lenyap dari peradaban. Faktanya tempat ini masih ada dan masih digunakan hingga sekarang. Pesona tempat ini memang memanjakan setiap mata yang menyaksikannya. Tempat wisata ini terletak di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro. Ciri khas bangunan Belada masih tampak di sini seperti, ornament batu dindingnya. Di tengahnya terdapat jembatan yang menghubungkannya dengan pulau kecil yang ada di selatan waduk. Tempat ini adalah sebuah waduk yang cukup besar yang menjadi tempat wisata. Di jembatan ini kita bisa memancing, hunting foto dan kegiatan lainnya. Kita bisa memanfaatkan pulau kecil yang ada disini untuk menantang adrenalin kita dengan cara menelusuri jejak alamnya. Di sini juga terdapat perahu-perahu kecil yang dapat kita tumpangi untuk bermain-main di tengah waduk. Untuk wisatawan yang suka dengan kegiatan memancing di sini adalah salah satu tempatnya, karena disini terdapat beberapa spesies ikan yang hidup. Perjalanan menuju tempat ini juga akan memanjakan mata. Warna hijau yang terbentang di sepanjang jalan pasti akan membuat kedamaian dalam hati. Namun, perjalanan kali ini mungkin akan meningkatkan adrenalin kita karena jalan yang berkelok-kelok dan curam yang akan menghiasai perjalan kita kali ini. Kita bisa menyaksikan begitu indahnya matahari terbenam dan terbit dari jembatan yang menghubungkan ke pulau kecil tadi yang disebut dengan jembatan Kedungjati. Dan waduk ini biasa disebut dengan Waduk pacal. Waduk kebanggaan masyarakat Bojonegoro.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/frendayentin/secercik-keindahan-di-kota-panas_54f84682a33311195f8b4a98
Secuwil keindahan yang terpapar disana. Sebuah genangan air yang memanjakan setiap insan yang memandangnya. Tak banyak pemuda pemudi yang menghabiskan waktunya hanya untuk menikmati setitik keindahan di kota yang panas ini. Secercik air itu telah menghiasi kota ini dan membuat sejuk para peminatnya. Ya, sebuah air yang terbentang luas dengan warna biru yang menghiasinya. Tak hanya itu beberapa perahu nelayan juga menghiasi tempat ini. Ikan-ikan disini sepertinya betah untuk hidup kawasan ini. Deretan perbukitan yang mengapit tempat ini seakan mencengkeram air-air itu dan mengumpulkannya disini. Namun, cengkeraman itu malah menambah keindahan yang ada di tempat ini. Hijaunya dedaunan yang hidup diatas perbukitan itu sepertinya terus bernyanyi dan melambaikan tangannya bersama semilir angin yang memeluk setiap rangkaian cabangnya. Udara segar beriringan membelai setiap insan yang ada. Tempat ini tak lagi muda dan merupakan peninggalan Belanda yang diresmikan pada tahun 1933. Sudah tua bukan, namun jangan menganggap tempat ini sudah lenyap dari peradaban. Faktanya tempat ini masih ada dan masih digunakan hingga sekarang. Pesona tempat ini memang memanjakan setiap mata yang menyaksikannya. Tempat wisata ini terletak di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro. Ciri khas bangunan Belada masih tampak di sini seperti, ornament batu dindingnya. Di tengahnya terdapat jembatan yang menghubungkannya dengan pulau kecil yang ada di selatan waduk. Tempat ini adalah sebuah waduk yang cukup besar yang menjadi tempat wisata. Di jembatan ini kita bisa memancing, hunting foto dan kegiatan lainnya. Kita bisa memanfaatkan pulau kecil yang ada disini untuk menantang adrenalin kita dengan cara menelusuri jejak alamnya. Di sini juga terdapat perahu-perahu kecil yang dapat kita tumpangi untuk bermain-main di tengah waduk. Untuk wisatawan yang suka dengan kegiatan memancing di sini adalah salah satu tempatnya, karena disini terdapat beberapa spesies ikan yang hidup. Perjalanan menuju tempat ini juga akan memanjakan mata. Warna hijau yang terbentang di sepanjang jalan pasti akan membuat kedamaian dalam hati. Namun, perjalanan kali ini mungkin akan meningkatkan adrenalin kita karena jalan yang berkelok-kelok dan curam yang akan menghiasai perjalan kita kali ini. Kita bisa menyaksikan begitu indahnya matahari terbenam dan terbit dari jembatan yang menghubungkan ke pulau kecil tadi yang disebut dengan jembatan Kedungjati. Dan waduk ini biasa disebut dengan Waduk pacal. Waduk kebanggaan masyarakat Bojonegoro.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/frendayentin/secercik-keindahan-di-kota-panas_54f84682a33311195f8b4a98

Copyright © 2009 Sebutir Embun All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.