0

Relasi Pekerja Seks Komersial Dalam Masyarakat

Posted by Unknown on 19.50 in



Kata Pengantar
            Bismillahirrahmanirrahim.....
            Alhamdulillah...segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan kenikmatan dan kerahmatan kepada kita semua. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada kita Muhammad Saw, yang dengan seizin Allah SWT telah membawa kita kejalan yang lurus jalan yang terang benderang yaitu Agama Islam.
Segala puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia nya kami dapat membuat laporan hasil observasi dan analisis sosial yang telah kami lakukan ini.
            Laporan makalah ini, saya buat sebagai tugas Ujian Akhir Semester dalam mata kuliah Sosiologi. Dalam laporan makalah ini berisi laporan saya selama melakukan observasi dan analisis sosial mengenai Relasi Pekerja Seks Komersial dalam Masyarakat
 Apabila dalam laporan makalah ini masih ada beberapa kekurangan harap dimaklumi. Kritik dan Saran dari Dosen, dan teman-teman semua tetap kami harapkan guna perbaikkan dan penyempurnaan laporan makalah ini.


Yogyakarta, 14 November 2013
Penyusun

            Frenda Yentin Madiana



 Daftar Isi
Kata Pengantar........................................................................................................... i
BAB I
Deskripsi.................................................................................................................... 1
BAB II
Pembahasan................................................................................................................ 3
Analisis....................................................................................................................... 5
BAB III
Rekomendasi.............................................................................................................. 8
Daftar Pustaka........................................................................................................... 10


BAB I

DESKRIPSI
            Masalah yang biasa terjadi dalam negara berkembang seperti Indonesia adalah masalah perekeonomian. Situasi perekenomian negara mengambil andil besar dalam perkembangan kesejahteraan penduduknya. Apabila perekonomian negara berjalan dengan lancar dan semestinya maka kesejahteraan masyarakat akan relative stabil. Akan tetapi apabila hal tersebut tidak terjadi, maka akan terjadi krisis perekonomian, dan masyarakat pun akan ikut menanggung dampak dari krisis tersebut. Indonesia pernah mengalami krisis yang mencapai puncaknya pada tahun 1998, yang telah menimbulkan berbagai konsekuensi yang harus ditanggung masyarakat Indonesia. Dampak dari adanya krisis tersebut adalah angka pengangguran yang semakin bertambah sementara itu harga barang kebutuhan yang ada semakin melonjak.
Minimnya lapangan pekerjaan ini membuat mereka mencari pekerjaan alternatif dimana pekerjaan itu tidak membutuhkan keterampilan, keahlian dan modal yang tinggi namun dapat mencukupi kebutuhan mereka sehari-hari. Salah satunya adalah menjadi Pekerja Seks Komersial.  Pekerja Seks Komersial adalah suatu pekerjaan dimana seseorang menjajakan dan memperdagangkan dirinya kepada orang lain untuk melakukan hubungan seksual dengan tujuan untuk mendapatkan uang. Di Indonesia Pekerja Seks Komersial biasa disebut dengan PSK.
            Pekerja Seks Komersial di Indonesia menyebar diseluruh wilayah nusantara. Yogyakarta pun sama halnya dengan kota-kota besar lainnya yang tak luput dari serangan para Pekerja Seks Komersial. Keberadaan Pekerja Seks Komersial ini dianggap sebagai hal yang merugikan banyak pihak dan juga dianggap pekerjaan yang hina. Mereka juga biasa disebut sebagai sampah masyarakat. Pekerjaan ini meresahkan masyarakat, karena hal ini dapat memicu timbulnya tindakan-tindakan kriminal yang ada di lingkungan tersebut dan di sekitarnya di mana mereka menjajakan dirinya.
            Pekerja Seks Komersial biasa menjajakan dirinya pada malam hari sekitar jam sepuluh ke atas. Tempat mereka menjajakan diri biasanya di kafe, diskotik, maupun di komplek-komplek pelacuran. Seperti komplek pelacuran yang ada di Yogyakarta dan merupakan komplek pelacuran terbesar di daerah ini, mereka para Pekerja Seks Komersial ada yang menjajakan dirinya di sepanjang jalan ada pula yang menjajakan dirinya di dalam komplek. Mereka memakai pakaian yang minim-minim dan berdandan secantik mungkin untuk menggait para pelanggannya yang kebanyakan adalah para lelaki hidung belang yang berkunjung ke tempat tersebut. Pekerja Seks Komersial ini tak hanya dilakukan oleh mereka yang berusia dewasa namun ada juga mereka yang berusia belasan tahun sudah menjajakan dirinya, pelanggannya pun tak jauh beda dari mereka, yaitu segala umur.


           
           


BAB II
PEMBAHASAN
            Kondisi ekonomi yang semakin memburuk yang dikarenakan kurangnya lapangan pekerjaan yang ada ditambah lagi dengan terbatasnya pendidikan serta pengetahuan agama yang minim membuat manusia tidak berpikir panjang dalam memenuhi kebutuhannya. Semua cara dilakukan agar mereka dapat mempertahankan hidup.  Apalagi jika mereka hidup di kota yang mana kebutuhan-kebutuhan tersebut akan lebih mahal jika dibandingkan dengan yang ada di desa. Hal ini membuat mereka memilih pekerjaan yang cepat mendapatkan uang tanpa keahlian, keterampilan dan modal yang tinggi, salah satunya menjadi Pekerja Seks Komersial.
            Meningkatnya Pekerja Seks Komersial tidak terlepas dari semakin banyaknya pengangguran sebagai akibat dari krisis ekonomi juga karena sempitnya cara berpikir mereka yang tertarik untuk mendapatkan uang yang lebih banyak dan cepat tanpa harus bekerja keras. Selain faktor itu ada pula faktor lain yang mempengaruhi seseorang menjadi Pekerja Seks Komersial, yaitu :
1.      Faktor  internal keluarga, seperti broken home.
2.      Pergaulan bebas
3.      Lingkungan yang mendukung untuk terjun sebagai Pekerja Seks Komersial, misalnya dimana seseorang itu tumbuh dan berkembang di lingkungan prostitusi yang mana ia akan cenderung meniru lingkungan tersebut dan menganggap perbuatan yang ada di tempat tersebut adalah perbuatan yang wajar.
4.      Perilaku seks yang menyimpang, yaitu dimana Pekerja Seks Komersial tidak memikirkan uang yang akan didapatkannya namun ia akan memikirkan bagaimana hasrat kebutuhan seksnya tersalurkan.
Fenomena ini pasti akan menimbulkan dampak bagi masyarakat maupun dirinya sendiri. Dampak-dampaknya antara lain :
1.      Menimbulkan dan menyebarluaskan penyakit kelamin dan penyakit kulit. Seperti HIV/AIDS, gonorhea, sifilis (Syphilis), herpes.
2.      Merusak sendi-sendi keluarga.
3.      Berkorelasi dengan kriminalitas dan bahan-bahan narkotika.
4.      Merusak sendi-sendi moral, susila, hukum dan agama.
5.      Adanya pengeksplosian manusia oleh manusia.
6.      Memberikan pengaruh yang buruk bagi lingkungan. Terutama perkembangan anak-anak muda.
Fenomena prostitusi ini tumbuh dan berkembang hampir diseluruh kota besar di Indonesia, salah satunya adalah di Yogyakarta. Dari hasil penelitian yang dilakukan di Pasar Kembang Yogyakarta atau biasa disebut  dengan Sarkem. Menyebutkan bahwasanya, Pasar Kembang ini  adalah sebuah nama jalan yang dikenal sebagai areal prostitusi di Kota Yogyakarta. Secara administratif wilayah ini merupakan bagian dari Kecamatan Gedong Tengen, tepatnya berada di RW Sosrowijayan Kulon. Tetapi kemudian masyarakat lebih mengenal dan menyebut RW Sosrowijayan Kulon ini dengan nama Sarkem  atau ada juga yang menyebut wilayah ini dengan Gang 3, karena wilayah sarkem adalah gang ketiga dari arah Timur Jalan Pasar kembang.  Sebelum memasuki kawasan prostitusi ini yang berada di Gang tiga, di kenakan biaya masuk sebesar Rp. 2000,- yang mana menurut penjaga gang tersebut disebut sebagai dana sosial. Para pedagang kaki lima, tukang becak, pemuda-pemudi dan warga kompleks tersebut sudah terorganisir secara baik. Di dalam lokalisasi yang berada di kawasan padat penduduk ini terdapat ratusan PSK
Para PSK di kawasan prostitusi ini mulai dari usia belasan sampai puluhan tahun.  Pasar ini buka mulai jam empat sore hingga menjelang shubuh. Pelanggan mereka adalah lelaki segala usia. Pekerja Seks Komersial ini tidak hanya dari Yogyakarta, diantara mereka ada yang dari Surabaya, Temanggung, Semarang dan kota-kota lainnya. Mereka akan bernegoisasi dengan pelanggannya mengenai harga mereka. Jika harga sudah disepakati maka mereka akan melayani pelanggannya.
Di kawasan porstitusi ini tidak diperbolehkan memotret peristiwa-peristiwa yang ada di sana maupun tempat-tempat yang ada di sana sebelum mendapatkan izin dari Pak Wiwit yang merupakan ketua dari prostitusi tersebut Setiap satu rumah di Sarkem bisa di huni banyak PSK bersama satu induknya yang biasa disebut dengan mucikari atau germo.



ANALISIS
 Masalah ini akan dilihat dari segi Paradigma sosiologi dan Grand Teori dalam sosiologi yang mana terdapat relasi antara Pekerja Seks Komersial dengan masyarakat.
Paradigma Sosiologi
Dalam Paradigma Sosial ada Paradigma Fakta Sosial, Paradigma Definisi Sosial dan Paradigma Perilaku Sosial.
Pertama dari segi Pardigma Fakta Sosial, di mana dalam paradigma ini menerangkan semua kenyataan yang ada di dunia yang dapat ditangkap dengan panca indra, dan di dalamnya terdapat struktur sosial dan pranata sosial. Pekerja Seks Komersial merupakan sebuah pekerjaan yang nyata, dan merupakan fakta yang benar-benar ada dan hidup dalam kehidupan masyarakat, sehingga Pekerjaan sebagai pekerja Seks Komersial  termasuk dalam struktur sosial. Dan di dalamnya pula terdapat pranata sosial, pranata social ini ditunjukkan dengan adanya lembaga-lembaga dalam PSK yang terorganisir dengan baik.
Kedua dari segi Paradigma Definisi Sosial, dalam paradigma ini dijelaskan bahwa dalam struktur dan pranata sosial dapat membentuk tindakan manusia yang penuh makna atau arti subyektif bagi dirinya dan diarahkan pada timbulnya tindakan orang lain. Pekerjaan sebagai Pekerja Seks Komersial memberikan makna atau citra yang buruk terhadap diri seseorang yang melakukan pekerjaan ini, karena orang lain atau masyarakat memaknai pekerjaan mereka sebagai pekerjaan yang hina yang tidak sesuai dengan norma-norma yang ada.
Ketiga dari segi Paradigma Perilaku Sosial, dalam teori ini ada asumsi bahwasanya manusia pada dasarnya adalah makhluk pengejar keuntungan. Pekerja Seks Komersial yang ada di Sarkem ini tentunya juga mengejar keuntungan, yaitu untuk mendapat uang yang banyak dan dalam waktu yang cepat, tanpa memikirkan modal dan keterampilan.




Grand Teory Sosiologi
Sedangkan jika dilihat dari segi  Grand Teory yang ada dalam sosiologi. Pertama, dari teori Fungsionalisme Struktural, teori ini menekankan pada keteraturan, keharmonisan dan kemapanan. Asumsi dasarnya adalah setiap struktur dalam sistem sosial fungsional terhadap struktur sosial yang lain, dan apabila sebaliknya atau disfungsional maka struktur itu akan hilang dengan sendirinya. Dalam masalah ini Pekerja Seks Komersial yang ada di Sarkem di fungsikan dan di dukung oleh :
1.      Pekerja Seks Komersial itu sendiri, dimana mereka menganggap bahwa pekerjaan ini dapat memenuhi kebutuhan kehidupan mereka, tanpa harus bersusah payah untuk mencari pekerjaan dan tidak membutuhkan keterampilan.
2.      Mucikari atau biasa disebut dengan germo. Mucikari ini memanfaatkan Pekerja Seks Komersial untuk mendapat uang bagi dirinya karena ia bertindak sebagai distributor PSK. Sehingga PSK sangat membantu bagi kehidupan mereka.
3.      Tukang Becak. Tukang becak yang ada di Sarkem merasa diuntungkan karena pengunjung yang rame maka jasa mereka juga akan rame yang mana mengakibatkan pendapatan mereka meningkat.
4.      Pedagang Sekitar. Pedagang sekitar yang ada di Sarkem juga diuntungkan sebab keramaian yang ada di Sarkem digunakan mereka sebagai ajang untuk menjajakan dagangannya.
5.      Pemuda Sarkem. Diuntungkan karena mereka dapat menarik biaya masuk atau ticketing ke dalam gang tiga atau Sarkem. Hal ini menyebabkan mereka mendapatkan pekerjaan.
6.      Konsumen. Mereka dapat menyalurkan kebutuhan seksnya kepada para pekerja seks komersial.
7.      Tukang Parkir. Melihat banyaknya kendaraan konsumen yang berkunjung ke Sarkem sudah pasti tukang parker di kawasan ini diuntungkan dengan keberadaan pera pekerja seks komersial yang berada di wilayah ini.
8.      Oknum yang tidak bertanggung jawab. Oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab menggunakan kesempatan ini untuk menarik retribusi atau tarikan liar.
Kedua, teori Interaksionisme simbolik menekankan bahwa tindakan seseorang berdasarkan makna yang diberikan atas tindakan orang lain. Dalam teori ini kita melihat adanya pihak-pihak yang kontra terhadap keberadaan Pekerja Seks Komersial dalam masyarakat, pihak-pihak tersebut antara lain :
1.   Keluarga. Keluarga tentunya merasa dirugikan dengan adanya Pekerja Seks Komersial. Karena Pekerja Seks Komersial ini bisa mengikis dan merubuhkan tiang-tiang keharmonisan yang telah terjalin dalam rumah tangga.
2.   Pemerintah. Pemerintah merasa dirugikan karena dengan adanya Pekerja Seks Komersial yang ada di daerahnya maka akan membuat citra daerah tersebut menjadi buruk di mata daerah lain.
3.   Publik Agama. Publik agama secara terang-terangan pasti menolak keberadaan Pekerja Seks Komersial, karena hal ini akan menimbulkan berbagai macam kemaslahatan bagi PSK sendiri maupun bagi orang lain. Dan hal ini sudah jelas tidak diperbolehkan dalam Al-Qur’an dan merupakan dosa besar karena termasuk dalam zina.
4.   Komnas Perempuan. Komanas perempuan merasa bahwasanya perempuan tidaklah suatu barang dagangan yang bisa dijual belikan seenaknya.
5.   Masyarakat sekitar. Merasa bahwa kawasannya tak lagi aman. Karena dalam area porstitusi pasti akan menimbulkan tindakan-tindakan kriminal dan pastinya di dalamnya terdapat banyak preman.
Ketiga, teori Pertukaran Sosial, menekankan hubungan untung-rugi. Dimana manusia tidak mencari keuntungan maksimal namun selalu mencari keuntungan.
Dalam persoalan ini Pekerja Seks Komersial ingin mendapatkan uang dalam jumlah yang banyak dengan modal yang relatif rendah  dan minim serta tanpa adanya keterampilan dan keahlian yang khusus. Ini menunjukkan bahwa Pekerja Seks Komersial mencari keuntungan.


BAB III
REKOMENDASI
1.      Kepada Pemerintah
·         Sebaiknya, memberikan check-up kesehatan yang lebih sering  kepada pekerja seks komersial yang ada di Sarkem menggunakan puskesmas keliling agar mereka tidak terjangkit HIV AIDS dan penyakit kelamin lainnya serta memberikan sosialisasi akan pentingnya pemakaian kondom dalam pekerjaan mereka.

·         Sebaiknya, memberikan penyuluhan dan sosialisasi kepada siswa siswi SMA maupun SMP agar tidak terjerumus sebagai Pekerja Seks Komersial, karena keadaan siswa siswi SMP maupun SMA masih labil yang mudah untuk digoyahkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab seperti mucikari yang menawarkan uang banyak kepada mereka.
2.      Kepada Pekerja Seks Komersial
·         Sebaiknya, mereka tidak menjajakan dirinya di sepanjang jalan yang ada di Sarkem karena mereka sudah diberi tempat sendiri di Sarkem yaitu di Gang tiga, karena itu dapat menambah buruk citra kota Yogyakarta.
3.      Kepada Konsumen
·         Konsumen seharusnya berpikir panjang sebelum menggunakan jasa Pekerja Seks Komersial, berpikir dampak apa saja yang akan terjadi pada dirinya maupun pada orang lain. Karena hal ini dapat menyebabkan berbagai jenis penyakit kelamin dan itu pun dapat menular kepada siapa saja tanpa pandang bulu.
4.      Kepada Tukang Becak
·         Sebaiknya, mereka mencari tempat lain yang strategis dan baik dalam pekerjaannya sehingga secara tidak langsung mereka membantu pemerintah dalam usaha mendisfungsikan PSK.
5.      Kepada Keluarga
·         Keluarga sebaiknya, bisa menjaga keharmonisan yang ada dalam rumah tangga sehingga tak ada lagi suami-suami yang lari ke Sarkem, dan menjaga putra-putri mereka dalam pergaulannya sehingga mereka tidak terjerumus dalam kehidupan para Pekerja Seks Komersial.
6.      Kepada Publik Agama
·         Publik agama sebaiknya terus memberikan pencerahan kepada masyarakat bahwasanya pekerjaan seks komersial dan pengguna jasa pekerja seks komersial adalah suatu pekerjaan yang melangar ajaran agama.

           

                                             

DAFTAR PUSTAKA

·         Soekanto, Prof.Dr soerjono, Sosiologi suatu pengantar. Jakarta. Rajawali Pers. 2013
·         Ritzer, George. Sosiologi ilmu pengetahuan paradigma ganda. Jakarta. PT rajagrafindo persada










0

Resensi Film Angels & Demons

Posted by Unknown on 19.34 in


Kematian Paus ke-5 yang tiba-tiba membuat geger seluruh umat Khatolik. Kematian Paus tersebut mengakibatkan kekosongan kekuasaan yang biasa dikenal dengan nama Tempo Sede Vacante. Para calon Paus dipertimbangkan untuk menjadi pengganti Yesus di dunia. Setelah masa berkabung para Kardinal akan mengunci diri mereka di dalam Kapel Sistine untuk mengadakan rapat Kardinal untuk memilih Paus baru yang akan memimpin seluruh umat Khatolik di dunia, yang kini melihat persimpangan yang tradisinya terancam oleh dunia modern.
Pada saat yang sama para ilmuwan yang berada di Geneva membuat sebuah anti materi yang akan menghidupkan listrik kota selama satu bulan, dan percobaan itu berhasil. Namun, antimateri yang berjumlah tiga itu kini tak lagi berjumlah tiga, salah satu dari materi itu kini telah hilang.  
Timbul masalah baru di Vatikan, yaitu di culiknya empat Kardinal yang mana keempat Kardinal tersebut diancam akan dibunuh di hadapan umum. Seseorang telah meneror Vatikan dan mengirimkan sebuah video yang memperlihatkan antimateri yang dicuri. Doctor Vetra seorang ilmuwan yang menciptakan anti materi tersebut mengatakan anti materi akan meledak jika baterainya habis dan tentunya itu akan menghancurkan seluruh Vatikan.
Profesor Logdon yang diminta bantuannya Swiss Guard mulai memecahkan teka-teki yang dikirimkan peneror tersebut. Para cardinal tersebut akan dibunuh pada pukul 8,9,10,11 dan pada pukul 12 Vatikan akan hancur karena anti materi tersebut. Symbol-simbol illumuniti tercap di dada para cardinal yang telah dibunuh. Namun, sang professor berhasil menyelamatkan seorang cardinal yang akan dibunuh tepat pada jam 11 malam. Dari situlah mulai terkuak dimana keberadaan anti materi dan siapa yang akan menjadi korban terakhir dari peneror tersebut. Korban yang terakhir adalah Camerlengo seorang kepala rumah tangga gereja. Camerlengo berhasil diselamatkan dan keberadaan anti materi mulai diketahui yaitu di makam St.Peter dan akan meledak dalam waktu 5 menit lagi. Camerelengo merebutnya dari vectoria yang mencoba melemahkannya. Camerelengo lari keluar dan menaiki helicopter dan membawa anti materi tersebut terbang setinggi mungkin. Dan ia turun memakai parasut dan anti materi tersebut meledak di atas langit Vatikan. Ia merupakan penolong Vatikan dan akan di jadikan paus. Namun, semua itu tidak akan pernah terjadi karena professor menemukan rekaman yang merekam kantor paus dan disitu tersingkap semua akal busuk yang dilakukan oleh Camerlengo. Dan akhirnya ia bunuh diri dengan membakar dirinya dan akhirnya Cardinal Baggia yang menjadi paus yang merupakan korban terakhir yang diselamatkan professor pada jam 11 malam.

0

CINTA BUKAN COKELAT

Posted by Unknown on 20.37


Rintihan kesepian itu kini mulai menghantuiku lagi. Rasa ketakutan yang selama ini membayang-bayangi setiap langkahku kini telah berwujud dalam kehidupanku. Kau, yang selama ini menghiasi lubuk hatiku kini telah pergi tinggalkanku. Kau yang selalu ku idam-idamkan kini tak tahu dimana. Janji-janji yang dulu pernah terucap dari mulut manismu kini bagaikan tumpukan sampah yang berserakan dan siap dibakar oleh bara api yang menyala dalam hatiku agar hilang semua kenangan itu.
“Cinta ini hanya milikmu.” Kata-kata ini yang selalu ku dengar dari mulut manismu yang sekarang berubah menjadi pahit.
Aku sudah mencoba menerima dirimu apa adanya, ku coba melihat kau adalah lelaki yang cukup sempurna untukku hari ini, namun apa yang ku dapat ketika aku mencoba untuk setia kau malah meninggalkanku bersama dia. Mungkin aku masih terlalu dini untuk mengenal cinta, tapi hatiku tak bisa berbohong tentang apa yang kurasa hari ini. Pedih, remuk dan hancur itulah yang ku rasa saat ini. Ketika aku mencoba untuk tak lagi mempermainkan laki-laki malah aku yang dipermainkan oleh laki-laki, mungkin ini yang disebut sebagai hokum karma.
Ku akui memang aku dulu menjalin hubungan dengan cowok tidak memakai hati. Aku hanya menerima cinta mereka karena aku kasihan pada mereka dan itupun tak berjalan lama. Sampai akhirnya aku ditegur oleh sahabatku agar tidak mempermainkan perasaan cowok lagi, dan aku pun mulai menuruti nasihat sahabatku. Namun, setelah aku berusaha mencoba membuka hati malah aku yang kini dipermainkan oleh cowok.
“Mungkin ini adalah balasan dari sikapku yang suka mempermainkan cowok”. Benakku dalam hati
Rasanya aku tak ingin lagi menjalin hubungan dengan cowok. Aku mulai tersadar aku tak boleh lagi mempermainkan perasaan seorang laki-laki. Kesendirian ini terus menemaniku, aku sudah berkomitmen dengan hatiku untuk tahun ini aku harus konsen dengan Ujian Nasional. Ya mengingat aku kini sudah duduk di kelas XII hehe..
Hari-hariku kini dipenuhi dengan soal-soal yang berkaitan dengan UNAS dan tak sedikit pula soal-soal tentang SBMPTN. Kadang aku merasakan kesepian yang memuncak tanpa adanya seorang kekasih yang biasanya memperhatikanku dengan mengirim sebuah pesan pendek. Tak hanya itu, kadang aku juga merasakan keirian ketika melihat temanku sedang telpon dan sms’an dengan pacarnya.
Aku bukanya tak laku, tapi aku lagi malas menjalin hubungan. Aku hanya ingin menjalin hubungan yang serius dengan seorang laki-laki, hanya itu saja. Aku pun takut jika diajak ketemuan dengan mantan-mantanku dulu. Aku tak tahu kenapa aku takut jika diajak ngedate, aku merasa risih aja dengan mereka. Mungkin ini merupakan efek dari tak adanya sedikit perasaanku kepada mereka.
Sampai pada waktunya pada tanggal 14 Februari 20013 aku bertemu dengan seorang cowok, itu pun tak sengaja. Ketika itu aku sedang bermain kerumah kakakku, hal ini bias diartikan bermain juga bisa diartikan berkunjung lah, terserah kalian aja hehe …
Hari itu kakakku sedang melaksanakan prosesi lamaran. Tak kusadari ternyata ia membawa temannya kesana. Kakakku mengenalkanku kepadanya, namun karena rasa gengsi dan perasaan yang ingin konsisten tak ingin dekat cowok aku menolak perkenalan itu mentah-mentah.
“Sini tak kenalin sama temanku!” Ujar kakakku.
“Gak ahh, dia lo masih anak-anak gitu kamu kenalin ma aku kak..! gak ah, ngapain juga.” Ujarku sambil membentak.
Tak kusadari jika teman kakakku mendengar perkataan itu.
“Tapi emang gue pikirin lo dengar pa gak yang penting gue males kenalan sama lo.” Kata-kata ini yang muncul dalam benakku.
Setelah sampai kerumah, kupikir-pikir dia cakep juga sih. Tapi gak boleh lah aku sudah janji gak pacaran dulu. Aku harys inget masa depan. Namun semakin aku ingin meghapusnya dalam pikiranku semakin dahsyat rasa itu muncul dalam hatiku. Kakaku sepertinya juga menginginkan aku menjalin hubungan dengannya karena setiap ia bersama denganku, ia selalu menceritakan temennya cowok tadi. Sampai akhirnya aku memberanikan diri menanyakan namanya, ternyata namanya… pakai inisial aja ya HI, tapi bukan hubungan internasioal lho ya.. hehe.. kok sampai hubungan Internasional ya.. padahal kan ini menyangkut hubungan hati hehe..
Dan akhirnya aku mulai deh chating-chatingan deh dengan si HI tadi. Dan yang paling mengejutkan lagi aku sepertinya jatuh cinta padanya. Hoho.. memalukan ditolak didepan dan ternyata kini malah aku yang cinta padanya.
“Gak papalah namanya juga cinta, gak tahu kapan datangnya.” Ku mencoba menghibur diri.
Ketika tes SMBPTN aku memilih tes di Malang, gak tahu juga sih kenpa aku memilih tempat itu. Dan aku meminta tolong pada si HI agar dia membantuku ketika aku di Malang. Dan dia pun membantuku dalam banyak hal ketika disana. Pertemuan di kampus BRW tak mungkin kulupakan. Aku selalu mengingat senyuman itu. Hubungan kami semakin dekat dan dekat, sampai pada suatu hari ia tak lagi membalas pesan pendek ku. Aku merasa dipermainkan olehnya. Seminggu sudah pesan pendekku tidak dibalasnya. Pikiranku mulai kemana-mana, mulai dari dia sudah punya cewek lah, dia bosan sama akulah dan masih lagi pikiran-pikiran yang menyesatkan itu. Aku mulai tak tahan lagi, ku kirim sebuah pesan pendek lagi kepadanya.
“ Maaf jika aku membuatmu bosan, maaf juga jika aku telah mengganggu kehidupanmu. Aku janji aku tak akan lagi mengganggu kehidupanmu jika itu maumu. Tapi ketahuilah aku tak ada niat tuk membuat kamu merasa jengkel dengan semua ini.” Pesan inilah yang kukirim padanya.
Mungkin aku kelihatan bodoh namun aku sudah terlanjur mencintainya. Aku berjanji tak akan mempermainkannya. Aku hanya ingin satu aku dapat memilikinya.
Hal itu ternyata menjadi sebuah kenyataan, ketika aku sudah masuk perguruan tinggi aku benar-benar memilikinya walaupun hanya sebagai kekasih. Namun, tak apalah ini sudah cukup untukku. Ya sebenarnya berharap lebih sih,, hehe..
Aku kini telah bersamanya, walaupun cinta kami terpisah jarak dan ruang. Aku mencoba setia dan akan selalu setia bersamanya. Aku ingin selalu bersamanya. Ia adalah imam yang aku damba-dambakan. Aku benar-benar menyayanginya. Jarak bukanlah halangan untukku untuk tidak percaya dengannya. Aku berusaha selalu positive thinking tentangnya. Aku hanya ingin hatiku ini selalu bahgia dengannya tanpa ada noda sedikit pun.
“Semoga kau juga menjaga hati ini.” Pintaku pada dirinya.
Aku hanya ingin dia selalu menjaga hati yang sedang dijalaninya. Aku tak ingin ia meninggalkanku. Ia tak hanya seorang kekasih bagiku namun dia adalah segala-galanya bagiku. Dia yang mengerti aku, memahami aku, membantuku dan selalu ada untukku. Dia tak seperti cokelat yang manisnya hilang setelah dimakan. Dia melainkan sesuatu yang akan kurasakan manisnya sampai akhir nanti. I love U… :-*



Copyright © 2009 Sebutir Embun All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.